Sabtu, 30 Juli 2016
Dua hari kebelakang jadi hari paling melelahkan tapi jadi hari bahagia untuk kami. Akhirnya saya merasakan juga menjadi objek foto prewedding, karena biasanya saya yang menjadi fotografer teman-teman saya yang melakukan sesi foto prewedding. hahahhaahahhaha....
Hari pertama kami bersiap dengan memulai bangun jam 5 subuh, karena kami sudah menyiapkan apa yang akan dipakai, jadi saya hanya menunggu Della yang sedang make-up. ya, Della me-retouch wajahnya sendiri..Maklum dia sudah biasa melakukan itu ketika dia bekerja. Kamipun berangkat berdua, karena Andys teman kami sudah menunggu dilokasi pertama sesi foto tepatnya di Jl. ABC.. Jika dilihat, Jl. ABC buat saya seperti sedang berada di Jepang. Lihat saja plang dan begitu banyak neon box serta baligo yang memenuhi sepanjang jalan itu. Nice view, ga harus keluar uang untuk menyewa venue untuk pemotretan. Kami memulai dengan sesi foto pertama, jepret....jepret.....jepret.....lokasi pertama pun beres, dan kami melanjutkan ke lokasi ke dua.
Taman lansia kami pilih menjadi destinasi dan lokasi sesi foto kedua kami. Menurut saya, jika sang fotografer pintar memilih angel camera, akan menjadi sesuatu yang bagus. dan benar saja ketika sesekali kami melihat hasil jepretan, saya merasa sedang tidak berada di taman lansia. Kami puas dengan hasil di lokasi kedua.
Lokasi selanjutnya adalah Pasar malam yang berada di statsiun Kiaracondong dekat kantor saya. Sekali lagi saya katakan, untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus, tidak harus selalu di tempat yang mahal. Tidak keluar uang sepeserpun dari kami untuk melakukan pemotretan di pasar malam. Kami memilih kincir angin dan carrousell sebagai latar dari foto kami, dan dikemas dengan metode fotografi "bulb" yang menjadikan hasil yang luar biasa.
Hari kedua. Sebelum pulang di malam hari sebelumnya, kami membuat janji untuk bertemu di daerah Stamford international school dago pukul 6 pagi. Tapi nyatanya, kami bangun kesiangan..Sepertinya kami kelelahan karena sesi foto hari pertama yang full day dari subuh hingga pukul 9 malam non stop. Untungnya, Andys mengerti dan memaafkan atas keterlambatan kami tiba dilokasi.
Pemotretan pun dimulai. Saya menggunakan stelan blazer yang saya pinjam dari Andys fotographer kami,.dan dela menggunakan kebaya hitam cantik dari Stephanie wedding galery. Mungkin karena kami datang pukul 9 pagi dan memakai kostum warna hitam, itu menjadikan sesi foto yang melelahkan karena sinar matahari sudah mulai terang dan menyengat. Mungkin salahsatu pertimbangan Andys mengajak foto jam 6 pagi adalah supaya tidak kepanasan.
Beberapa spot kami ambil, saya suka spot disini. ya walaupun sedikit mainstream karena banyak orang yang melakukan sesi foto disini. Tapi untuk hasil, kami puas..
Dan sesi foto terakhir, kami ambil di studio QR photograph milik Andys.
"Bro...lu mau file2 yang kemaren sama barusan ga??" Andys menawarkan.."Boleh..." ujar saya..Saya pun meng-copy beberapa file mentah yang akan saya edit sendiri untuk saya posting di website pernikahan kami.
Kamipun pulang setelah sesi foto di studio milik Andys dengan me
Selain sesi foto, dua hari kemarin sekaligus kami mengambil videografi untuk video prewedd kami. Jalan cerita dan alurnya, saya sendiri yang men-direct.
Semoga saja hasil foto dan video dua hari kemarin akan membayar kontan kelelahan kami dengan hasil yang sangat memuaskan.