Kamis, 18 Agustus 2016

"ospek" pra nikah

Bandung, 19 Agustus 2016

Pagi ini saya dan Dela berencana memenuhi undangan yang dilayangkan oleh pihak KUA cicadas untuk memenuhi salah satu syarat birokrasi pernikahan..
Biasanya orang yang sudah melakukan proses ini disebut penataran. Penataran adalah sebuah pembekalan yang diberikan oleh pihak KUA setempat sebagai pedoman dan bekal setelah pernikahan nanti.
banyak manfaat sebetulnya dari pembekalan ini.

Sesampainya di KUA, saya diminta untuk mengisi beberapa form yang sudah disiapkan. kurang lebih kita mengisi form menghabiskan waktu 15 menit. Lama sih, ya karena satu halaman banyak sekali poin yang harus diisi. Yang jelas, kita akan mengisi biodata kita dan orang tua. Perlu diingat, form ini adalah sebagai final check Karena banyak kejadian kesalahan penulisan atau pengisian data sebelumnya.

waktu menunjukan pukul 11:15, kita dengan dua pasangan yang melakukan penataran pun beres menunaikan persyaratan sebelum ijab qabul nanti.

Dan terakhir, saya dipandu menuju meja yang berada di depan untuk mengambil sertifikat. Kamipun pulang membawa sebuah sertifikat dengan membayar "infaq" sukarela sebagai "penebus" sertifikat tersebut.

Selasa, 02 Agustus 2016

The Wedding Ring

Selasa, 2 Agustus 2016

Bulan Januari 2016 yang lalu saya pergi ke sebuah toko emas yang letaknya tidak jauh dari rumah saya, tepatnya di kawasan pasar kosambi Bandung. Waktu itu saya membeli sebuah cincin emas putih sebagai hadiah pertunangan kita. Sebuah cincin dengan motif 3 garis dan 3 buah zirconia diamond yang menempel di cincin tersebut.
Jadi selama kurun waktu Januari sampai 2 agustus hari ini, Della memakai 2 cincin yang saya berikan. Satu sebagai cincin pertunangan di jari manis kiri dan satu sebagai hadiah yang disematkan di jari manis tangan kanan.

Hari ini, Della memutuskan menjual cincin pemberian saya untuk dibelikan sepasang cincin pernikahan kami nanti. Sedih rasanya, dia harus menjual pemberian dari saya. Tapi disatu sisi saya terharu dan bahagia. Terharu karena dia rela menjual cincin pemberian saya untuk dijadikan cincin pernikahan kami dan saya bahagia karena pada akhirnya kami akan mengganti cincin pertunangan kami dengan sepasang cincin pernikahan.
Terima kasih sayang, sudah mengerti dengan keadaan saya yang banyak sekali kekurangan.

Singkat cerita setelah tadi siang kami menjual cincin itu, kami langsung pergi ke sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Kebon kalapa. Langsung saja saya menuju lantai paling atas. Sebagai informasi, dilantai tersebut terkenal dengan banyaknya toko yang menjual belikan batu akik. Tempat itu sebetulnya jadi tempat favorit saya, karena hobi saya adalah koleksi batu mulia dan batu akik. Kamipun mendatangi sebuah toko yang biasa membuat cincin sesuai dengan model yang diinginkan dan dilanjutkan berbincang panjang dengan si akang pemilik toko itu,namanya kang Edi.

"Kang, kalau bikin cincin nikah berapa ongkosnya??" tanya saya.
"tergantung model kang sama kerumitannya" jawab kang Edi.

Sayapun membuka handphone saya dan menunjukan beberapa model cincin dan memperlihatkan batu yang akan dipakai di cincin pernikahan kami. Saya membawa dua buah batu, yang satu adalah "Pink Sapphire" untuk cincin Della dan "Yellow Sapphire" untuk cincin saya. Sedikit flashback sebetulnya dari jauh hari sebelum saya bertemu dengan Della, saya sudah mengucap dalam hati saya. Kalau saya menikah nanti, saya akan memberikan batu ini untuk istri saya nanti. Batu ini istimewa sebetulnya, dulu saya membeli batu ini hanya dibawah 500rb. Dan ketika ada pameran batu mulia di mall kawasan tempat saya bekerja, batu ini ditawar empat belas juta..!! woooow....Jika dulu saya mengingkari janji saya untuk memberikan batu itu, mungkin empat belas juta itu sudah ditangan saya.

lanjutlah kami bertanya dan kang Edi menawarkan bahan apa yang akan kami pakai, emas atau perak?
Dan yang membuat saya kaget adalah sebuah pernyataan dari Della.
"sayang, udah aja aku pakai perak sama kayak ayang, biar cukup uangnya.."
Sebelun berangkat ke tempat itu sebetulnya niat saya ingin membuat cincin untuk Della tapi dengan bahan yang sama yaitu emas putih. Tapi syukur Alhamdulillaah Della mengerti dengan kondisi saya. Akhirnya dengan hasil penjualan cincin hadiah dari saya, kami bisa mendapatkan sepasang cincin untuk pernikahan kami nanti.
Kami memutuskan membuat cincin dengan model list bold lengkap dengan zircon yang berjumlah masing-masing delapan. Jika di jumlah, delapan zircon ditambah sapphire satu buah hasilnya sembilan, tepat seperti tanggal pernikahan kami nanti.

Kamipun membayar sesuai harga yang sudah kami sepakati. Harga yang kami sepakati adalah satu juta untuk satu pasang. Rinciannya adalah dua ratus lima puluh ribu rupiah untuk ongkos pembuatan per satu cincin, dan lima ratus ribu rupiah untuk bahan perak. Murah sebetulnya, jika harus membuat di toko emas, ongkosnya saja diatas dua juta rupiah dan itu tidak termasuk bahan.

Setelah semuanya deal, kami lanjut pulang dan tinggal menunggu cincin kami beres kurang lebih satu minggu lagi.

Jumat, 29 Juli 2016

Prewedding chapter 3

Sabtu, 30 Juli 2016

Dua hari kebelakang jadi hari paling melelahkan tapi jadi hari bahagia untuk kami. Akhirnya saya merasakan juga menjadi objek foto prewedding, karena biasanya saya yang menjadi fotografer teman-teman saya yang melakukan sesi foto prewedding. hahahhaahahhaha....

Hari pertama kami bersiap dengan memulai bangun jam 5 subuh, karena kami sudah menyiapkan apa yang akan dipakai, jadi saya hanya menunggu Della yang sedang make-up. ya, Della me-retouch wajahnya sendiri..Maklum dia sudah biasa melakukan itu ketika dia bekerja. Kamipun berangkat berdua, karena Andys teman kami sudah menunggu dilokasi pertama sesi foto tepatnya di Jl. ABC.. Jika dilihat, Jl. ABC buat saya seperti sedang berada di Jepang. Lihat saja plang dan begitu banyak neon box serta baligo yang memenuhi sepanjang jalan itu. Nice view, ga harus keluar uang untuk menyewa venue untuk pemotretan. Kami memulai dengan sesi foto pertama, jepret....jepret.....jepret.....lokasi pertama pun beres, dan kami melanjutkan ke lokasi ke dua.

Taman lansia kami pilih menjadi destinasi dan lokasi sesi foto kedua kami. Menurut saya, jika sang fotografer pintar memilih angel camera, akan menjadi sesuatu yang bagus. dan benar saja ketika sesekali kami melihat hasil jepretan, saya merasa sedang tidak berada di taman lansia. Kami puas dengan hasil di lokasi kedua.

Lokasi selanjutnya adalah Pasar malam yang berada di statsiun Kiaracondong dekat kantor saya. Sekali lagi saya katakan, untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus, tidak harus selalu di tempat yang mahal. Tidak keluar uang sepeserpun dari kami untuk melakukan pemotretan di pasar malam. Kami memilih kincir angin dan carrousell sebagai latar dari foto kami, dan dikemas dengan metode fotografi "bulb" yang menjadikan hasil yang luar biasa.

Hari kedua. Sebelum pulang di malam hari sebelumnya, kami membuat janji untuk bertemu di daerah Stamford international school dago pukul 6 pagi. Tapi nyatanya, kami bangun kesiangan..Sepertinya kami kelelahan karena sesi foto hari pertama yang full day dari subuh hingga pukul 9 malam non stop. Untungnya, Andys mengerti dan memaafkan atas keterlambatan kami tiba dilokasi.

Pemotretan pun dimulai. Saya menggunakan stelan blazer yang saya pinjam dari Andys fotographer kami,.dan dela menggunakan kebaya hitam cantik dari Stephanie wedding galery. Mungkin karena kami datang pukul 9 pagi dan memakai kostum warna hitam, itu menjadikan sesi foto yang melelahkan karena sinar matahari sudah mulai terang dan menyengat. Mungkin salahsatu pertimbangan Andys mengajak foto jam 6 pagi adalah supaya tidak kepanasan.

Beberapa spot kami ambil, saya suka spot disini. ya walaupun sedikit mainstream karena banyak orang yang melakukan sesi foto disini. Tapi untuk hasil, kami puas..
Dan sesi foto terakhir, kami ambil di studio QR photograph milik Andys.

"Bro...lu mau file2 yang kemaren sama barusan ga??" Andys menawarkan.."Boleh..." ujar saya..Saya pun meng-copy beberapa file mentah yang akan saya edit sendiri untuk saya posting di website pernikahan kami.
Kamipun pulang setelah sesi foto di studio milik Andys dengan me

Selain sesi foto, dua hari kemarin sekaligus kami mengambil videografi untuk video prewedd kami. Jalan cerita dan alurnya, saya sendiri yang men-direct.

Semoga saja hasil foto dan video dua hari kemarin akan membayar kontan kelelahan kami dengan hasil yang sangat memuaskan.

Rabu, 27 Juli 2016

Prewedding chapter 2

Rabu, 27 Juli 2016

Kalau harus jujur hari ini berat buat saya..Ketika Della sudah siap dengan segala kebutuhannya, sampai sekarang pukul 21:27 WIB saya belum dapat apa yang akan saya pakai segala sesuatunya untuk sesi foto besok pagi.
Sepulang kerja, saya langsung mengantar Della ke tempat penyewaan gaun di daerah Batununggal Indah.Sesampainya disana, kami disambut dengan sangat ramah oleh pemilik tempat penyewaan gaun. kami banyak bertanya, mulai dari gaun untuk resepsi dan segala macamnya. Sampai-sampai, saya sempat promosi kalau saya menerima pembuatan mahar pernikahan..Hahahahhahaa, siapa tau ada klien beliau yang mencari pembuat mahar pernikahan..

Gaun Hitam gold cantik yang kami pilih segera kami tebus dengan uang sewa yang telah kami sepakati dengan durasi sewa selama tiga hari.
"Jumat malam saya kembalikan ya teteh...gapapa??" ujar saya..
"santai aja a, gpp kok..." sahut si teh Stephanie..

Saya masih belum bisa santai, saya harus mengobrak abrik isi lemari pakaian saya..Saya memutuskan untuk memakai baju yang saya punya sebelumnya, dan tidak membeli baru..Pertimbangannya adalah, kembali untuk penghematan budget pernikahan kami.

semoga besok pagi tidak turun hujan.....

Prewedding chapter 1

Selasa, 26 Juli 2016

zaman sekarang sesi foto prewedding seakan sudah menjadi hal yang wajib untuk rangkaian pesta pernikahan. banyak sekali tema yang diambil dari kebiasaan sehari-hari dari calon pengantin tersebut..bahkan terkadang profesi dijadikan backgroung tema yg digunakan untum mempercantik bahkan mempertegas sosok calon pengantin..

Banyak sekali sebetulnya persiapan supaya prewedding menjadi sebuah visualisasi sempurna yang diidamkan calon pengantin, termasuk kita..Tapi kembali lagi masalah waktu, seakan sulit untuk mengatur hal itu.

Ceritanya, malam ini kita pergi hunting kostum yang akan kita pakai untuk sesi foto. Tempat yang kami pilih adalah "Candle market", ya itu yg biasa saya katakan kepada teman-teman saya..Biar keren sedikit....hahahahaahhaha..
Sedikit flashback kebelakang, pasar lilin tegallega punya memori indah sebetulnya untuk kita. Dulu, kita bisa seperti sekarang ini karena kita didekatkan ditempat ini. Pertama kali saya memegang tangan Della, pertama menjaga dia dari desak-desakan lautan orang disana.

Nah...jadi kapan belanja kostumnya...??
"lima belas ribu.....lima belas ribu....lima belas ribu....pukul rata semuanya...!!!" teriak penjual dengan logat orang sumatera...Dan kita pun menghampiri dan memilih baju-baju yang dijual disana.
Iyaaa...ditempat itu hanya dijual baju-baju bekas yang didatangkan dari luar negeri..sedikit cerita tentang baju-baju tersebut, sebetulnya itu adalah "baju sampah" yang sebetulnya dibuang..Tapi untuk orang Indonesia, itu adalah sebuah ladang mata pencaharian.

Saya tertarik dengan 2 potong baju berwarna hitam. Kalau tidak salah, baju itu asalnya dari korea. Saya pikir itu tidak salah membeli baju bekas yang dirasa kualitasnya masih bagus, apalagi harganya yang murah meriah..

Akhirnya kamipun pulang dengan dua potong baju yang kami beli sebagai kostum sesi foto prewedding kami besok..

Jumat, 22 Juli 2016

Seragam untuk sahabat

Sabtu, 23 Juli 2016

Sebetulnya ini lanjutan kegiatan kemarin setelah selesai mengurus surat NA. Malamnya kita pergi ke sebuah toko tekstil besar yang berada di daerah pasar kosambi. Sebetulnya toko ini menjual berbagai macam kain yang harganya fantastis, tapi jika kita pintar memilih barang, kita bisa dapat barang murah tapi berkualitas. Mata saya tertuju ke salah satu sudut di toko tersebut. saya melihat sale untuk barang2 tertentu. Tanpa pikir panjang, saya langsung menuju ke area tersebut. Entah itu sudah jadi rejeki kita, saya melihat kain brukat cantik yg ada disitu. Saya pikir itu cocok untuk tema pesta pernikahan kita nanti, nuansa gold nya terlihat kuat.
"kang, ini berapa semeter?" ujar saya. "20rb kang per meternya" jawab si pelayan toko. "coba saya minta 10 meter, 5 meter untuk brukat itu, dan 5 meter untuk brukat itu" tunjuk saya. Tidak banyak waktu yang kita habiskan di toko tersebut, karena kami sudah sepakat memilih kain brukat gold yg cantik itu sebagai seragam untuk sahabat kita.

Sebelum pulang kerumah, perut kita terasa lapar. bagaimana tidak, seharian kita sampai lupa mengisi perut. kita memutuskan makan disalah satu tempat makan favorit kita. ya, ayam betutu yang punya rasa fantastis. sambal yang dihidangkan seakan membuat saya sedang tidak berada di bandung.
selesai makan, kita segera pulang kerumah untuk bergegas memotong kain yang akan di berikan untuk sahabat2 kita. dan taraaaaaa....beberapa potong kain siap untuk kita berikan kepada sahabat2 kita. bukan berarti sahabat2 yang lain tidak kebagian bahan dari kita tidak dianggap sahabat, saya harap sahabat2 lain bisa mengerti dengan kondisi kita..

Malam sudah menunjukan pukul 10. waktunya saya untuk mengantarkan Della pulang dengan kain yang akan dia bagikan esok hari.
Dan hari ini pun, dia mulai berkeliling mengantarkan kain untuk dijadikan seragam untuk sahabat.

Mengurus surat NA

Jumat, 22 Juli 2016

Ceritanya hari ini saya ingin bangun lebih pagi, niatnya untuk pergi ke kelurahan buat ngurus keperluan surat pengantar numpang nikah. Numpang nikah?? iya buat yg belum tau apa itu, saya coba jelaskan setahu saya..Jadi numpang nikah itu adalah surat pengantar jika pernikahan tersebut dilakukan diluar domisili kita. Saya berdomisili di kecamatan Batununggal bandung, sementara Della berdomosili di kecamatan antapani. jadi saya harus membuat surat pengantar numpang nikah, karena saya akan melaksanakan prosesi pernikahan di kecamatan domisili Della.
Niat bangun pagi dihari libur ga selalu mulus, tetep saja jam 9 saya bangun..hahahaha..
saya pun bergegas untuk mandi...eh, saya ga mandi deh..hahahaha
karena sudah pukul 10 saya pergi ke rumah Della. Sesampainya disana, dia masih tiduran karena dia kurang sehat saat itu..tidak lama, kita pun berangkat.

surat pengantar sudah, foto copy KK dan KTP sudah, tinggal foto yang belum. Karena sudah lama tidak pass foto, saya berencana untuk difoto di studio foto "legend" di dekat rumah saya..Menyempatkan untuk ke salon dan potong rambut, setelahnya saya melakukan foto untuk keperluan persyaratan.

Sampailah saya di kelurahan domisili saya tepatnya di kelurahan samoja. Lucu rasanya melihat pegawai2 disana yang bekerja super santai sampai akhirnya surat rekomendasi untuk KUA selesai sampai hampir 1 jam. Karena sudah hampir setengah 4, saya bergegas menuju ke KUA kecamatan batununggal. hanya sebentar waktu untuk membuat surat rekomendasi untuk KUA antapani. saya suka cara kerja di instansi itu.

Alhamdulillaah, akhirnya surat sudah ditangan. Sedikit info untuk teman2 yang akan menikah, siapkan persyaratan sebagai berikut :

- surat pengantar dari RT dan RW

- surat pernyataan diatas materai menerangkaan bahwa belum pernah menikah

- foto copy kartu keluarga

- foto copy KTP

- pass photo

Semoga cerita pengalaman mengurus NA ini bisa menjadi panduan untuk teman2 nanti yang akan menyusul saya..

Rabu, 20 Juli 2016

The Wedding Dress

Hari ini tanggal 20 Juli 2016, seharian disibukan dengan kerjaan yang seabreg. meeting dari jam 10 sampe jam 12 siang..Ada sedikit cerita lucu hari ini..Saat jam makan siang, saya diajak teman untuk makan siang di salah satu rumah makan khas sunda yang berada di jalan natuna. Rumah makan yang bener2 selalu penuh saat jam makan siang. Sampai pernah beberapa hari kebelakang, kita sampai menunggu untuk mendapatkan meja..tapi hari ini jadi makan siang yang lucu.. Saat keluar dari gerbang parkir cuaca tiba-tiba saja buruk, aaah....ini akan hujan..dan benar saja, baru beberapa puluh meter, byaaaarr...tiba-tiba hujan turun dan kontan saja saya, umi, tebong dan bowie jadi basah kuyup sampai di tempat makan.
Kabar baiknya, makan siang hari ini kita ditraktir umi yang katanya baru saja menyelesaikan job diluar..Terima kasih umi sudah membuat perut kita kenyang sampai kita lupa siang tadi kita basah kuyup.
Sesampainya dikantor, saya langsung menuju ke ruang laundry ditempat kerja saya. karena hampir semua yang menempel di badan basah kuyup dan jam kerja masih lama, mau tidak mau saya harus mengeringkannya..aaaahh...saya sampai lupa jika hari ini saya akan bertemu teman saya untuk fitting baju untuk resepsi pernikahan saya..
Jam pulang kerja pun tiba, saya bergegas turun. karena teman saya sudah menunggu di swalayan yang berada di mall yang tepat berada di kawasan tempat saya bekerja..

Dan saya pun sampai, disana sudah ada calon istri saya yang sudah datang lebih awal, karena saya tidak mau orang menunggu lama kedatangan kita..
Sudah lama saya tidak bertemu igun teman saya. hampir beberapa bulan kebelakang dia sakit lumayan parah..sampai job yang datang untuk dia pun di cancel..Sempat ada kekhawatiran baju resepsi yang saya pesan pun di cancel.. tapi saya yakin, dia seorang yang professional di bidangnya..

Tidak lama, saya mengajak dia ke rumah untuk fitting baju. Yang pertama, Della calon istri saya diminta pertama untuk pengukuran..Tidak banyak berubah dari desain baju pengantin yang Ez buatkan untuk kami, yang berubah hanya bagian lengan saja. karena dulu Ez membuat gambar saat Della sebelum memakai hijab..jadi, desain baju nya lebih tertutup dibeberapa bagian..aaaahh saya sampai lupa lagi..Ez adalah salah satu teman kami yang dengan baiknya membuatkan desain baju pernikahan yang luar biasa bagusnya.
Sampailah giliran saya untuk diukur. Ada satu kekhawatiran sebetulnya, ya..saya takut badan saya semakin membesar..hahahahahaha...bagaimana tidak, beberapa bulan kebelakang berat badan saya naik hampir 15 kilo..

semoga saja bentuk badan saya tidak semakin membulat, agar tidak banyak perubahan ukuran menjelang hari yang saya tunggu-tunggu..

semoga saja....

Surya&Della
20 Juli 2016