Selasa, 26 Juli 2016
zaman sekarang sesi foto prewedding seakan sudah menjadi hal yang wajib untuk rangkaian pesta pernikahan. banyak sekali tema yang diambil dari kebiasaan sehari-hari dari calon pengantin tersebut..bahkan terkadang profesi dijadikan backgroung tema yg digunakan untum mempercantik bahkan mempertegas sosok calon pengantin..
Banyak sekali sebetulnya persiapan supaya prewedding menjadi sebuah visualisasi sempurna yang diidamkan calon pengantin, termasuk kita..Tapi kembali lagi masalah waktu, seakan sulit untuk mengatur hal itu.
Ceritanya, malam ini kita pergi hunting kostum yang akan kita pakai untuk sesi foto. Tempat yang kami pilih adalah "Candle market", ya itu yg biasa saya katakan kepada teman-teman saya..Biar keren sedikit....hahahahaahhaha..
Sedikit flashback kebelakang, pasar lilin tegallega punya memori indah sebetulnya untuk kita. Dulu, kita bisa seperti sekarang ini karena kita didekatkan ditempat ini. Pertama kali saya memegang tangan Della, pertama menjaga dia dari desak-desakan lautan orang disana.
Nah...jadi kapan belanja kostumnya...??
"lima belas ribu.....lima belas ribu....lima belas ribu....pukul rata semuanya...!!!" teriak penjual dengan logat orang sumatera...Dan kita pun menghampiri dan memilih baju-baju yang dijual disana.
Iyaaa...ditempat itu hanya dijual baju-baju bekas yang didatangkan dari luar negeri..sedikit cerita tentang baju-baju tersebut, sebetulnya itu adalah "baju sampah" yang sebetulnya dibuang..Tapi untuk orang Indonesia, itu adalah sebuah ladang mata pencaharian.
Saya tertarik dengan 2 potong baju berwarna hitam. Kalau tidak salah, baju itu asalnya dari korea. Saya pikir itu tidak salah membeli baju bekas yang dirasa kualitasnya masih bagus, apalagi harganya yang murah meriah..
Akhirnya kamipun pulang dengan dua potong baju yang kami beli sebagai kostum sesi foto prewedding kami besok..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar