Selasa, 02 Agustus 2016

The Wedding Ring

Selasa, 2 Agustus 2016

Bulan Januari 2016 yang lalu saya pergi ke sebuah toko emas yang letaknya tidak jauh dari rumah saya, tepatnya di kawasan pasar kosambi Bandung. Waktu itu saya membeli sebuah cincin emas putih sebagai hadiah pertunangan kita. Sebuah cincin dengan motif 3 garis dan 3 buah zirconia diamond yang menempel di cincin tersebut.
Jadi selama kurun waktu Januari sampai 2 agustus hari ini, Della memakai 2 cincin yang saya berikan. Satu sebagai cincin pertunangan di jari manis kiri dan satu sebagai hadiah yang disematkan di jari manis tangan kanan.

Hari ini, Della memutuskan menjual cincin pemberian saya untuk dibelikan sepasang cincin pernikahan kami nanti. Sedih rasanya, dia harus menjual pemberian dari saya. Tapi disatu sisi saya terharu dan bahagia. Terharu karena dia rela menjual cincin pemberian saya untuk dijadikan cincin pernikahan kami dan saya bahagia karena pada akhirnya kami akan mengganti cincin pertunangan kami dengan sepasang cincin pernikahan.
Terima kasih sayang, sudah mengerti dengan keadaan saya yang banyak sekali kekurangan.

Singkat cerita setelah tadi siang kami menjual cincin itu, kami langsung pergi ke sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Kebon kalapa. Langsung saja saya menuju lantai paling atas. Sebagai informasi, dilantai tersebut terkenal dengan banyaknya toko yang menjual belikan batu akik. Tempat itu sebetulnya jadi tempat favorit saya, karena hobi saya adalah koleksi batu mulia dan batu akik. Kamipun mendatangi sebuah toko yang biasa membuat cincin sesuai dengan model yang diinginkan dan dilanjutkan berbincang panjang dengan si akang pemilik toko itu,namanya kang Edi.

"Kang, kalau bikin cincin nikah berapa ongkosnya??" tanya saya.
"tergantung model kang sama kerumitannya" jawab kang Edi.

Sayapun membuka handphone saya dan menunjukan beberapa model cincin dan memperlihatkan batu yang akan dipakai di cincin pernikahan kami. Saya membawa dua buah batu, yang satu adalah "Pink Sapphire" untuk cincin Della dan "Yellow Sapphire" untuk cincin saya. Sedikit flashback sebetulnya dari jauh hari sebelum saya bertemu dengan Della, saya sudah mengucap dalam hati saya. Kalau saya menikah nanti, saya akan memberikan batu ini untuk istri saya nanti. Batu ini istimewa sebetulnya, dulu saya membeli batu ini hanya dibawah 500rb. Dan ketika ada pameran batu mulia di mall kawasan tempat saya bekerja, batu ini ditawar empat belas juta..!! woooow....Jika dulu saya mengingkari janji saya untuk memberikan batu itu, mungkin empat belas juta itu sudah ditangan saya.

lanjutlah kami bertanya dan kang Edi menawarkan bahan apa yang akan kami pakai, emas atau perak?
Dan yang membuat saya kaget adalah sebuah pernyataan dari Della.
"sayang, udah aja aku pakai perak sama kayak ayang, biar cukup uangnya.."
Sebelun berangkat ke tempat itu sebetulnya niat saya ingin membuat cincin untuk Della tapi dengan bahan yang sama yaitu emas putih. Tapi syukur Alhamdulillaah Della mengerti dengan kondisi saya. Akhirnya dengan hasil penjualan cincin hadiah dari saya, kami bisa mendapatkan sepasang cincin untuk pernikahan kami nanti.
Kami memutuskan membuat cincin dengan model list bold lengkap dengan zircon yang berjumlah masing-masing delapan. Jika di jumlah, delapan zircon ditambah sapphire satu buah hasilnya sembilan, tepat seperti tanggal pernikahan kami nanti.

Kamipun membayar sesuai harga yang sudah kami sepakati. Harga yang kami sepakati adalah satu juta untuk satu pasang. Rinciannya adalah dua ratus lima puluh ribu rupiah untuk ongkos pembuatan per satu cincin, dan lima ratus ribu rupiah untuk bahan perak. Murah sebetulnya, jika harus membuat di toko emas, ongkosnya saja diatas dua juta rupiah dan itu tidak termasuk bahan.

Setelah semuanya deal, kami lanjut pulang dan tinggal menunggu cincin kami beres kurang lebih satu minggu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar